27 Desember 2016
Hari-hari terakhir menjelang pergantian tahun, hari ini, katakanlah lima hari terakir. Seperti ritual wajib bahwa sebagian besar dari kita mengakumulasikan kewajiban berpikir, berencana, dan berstrategi pada kemampatan waktu di penghujung tahun. Bagiku pribadi, itu merujuk pada hari yang berada di antara perayaan lahirnya Yesus hingga malam pergantian kalender Masehi (keluargaku di rumah secara faktual baru akan mengganti kalender pada awal tahun), dan efek dari proses berpikir-berencana-berstrategi tersebut biasanya mengikuti kaidah penghentian obat-obatan steroid: tappering off.
Ya, ada 365 hari (366 tepatnya di tahun kabisat ini), dan hanya akhir bulan Desember yang paling jumawa muncul menyajikan atmosfer dengan lapisan yang memfasilitasi hal-hal semacam harapan, cita-cita, mimpi...jujur saja, periode akhir tahun ini merupakan penggal waktu paling kuat dimana hasrat seperti menaklukkan dunia terasa paling nyata.
Banyak hal yang terjadi, trending topics bukan parameter yang relevan lagi dalam menentukan skala dampak sejarah. Mungkin kata atau frasa yang paling banyak diminati publik akhir-akhir ini menyangkut teror, nista...atau memuat tentang uang baru, pahlawan. Selain ‘telolet’ tentunya. Aku rasa hal yang tidak absen, sama dengan tahun sebelumnya adalah kaleidoskop. Dan resolusi. Ah, ya, bicara tentang resolusi, aku termasuk korban ide konvensional menumpuk resolusi setahun ke depan, menuliskannya di sudut notes, menulis-ulangkannya pada lembar memo tempel, kemudian merekatkannya di tepi cermin. Atau di pintu lemari buku. Atau di belakang pintu. Riset pribadiku yang tidak berdasar menemukan bahwa dari segala resolusi yang aku janjikan pada diri sendiri, hanya satu atau dua yang benar-benar terjadi. Sisanya tetap menempel hingga berdebu dan kembali menunggu tahun yang baru. Aku berasumsi bahwa setahun tenagaku memang hanya cukup memotori satu atau dua mimpi. Ya, itulah kenapa pendahulu kita menginovasi hal yang disebut prioritas. Bagaimana pun, akhir tahun ini aku masih setia beresolusi, namun tidak sebanyak tahun yang sudah lalu. Fokus lain tenaga dan cadangan NOS akhir tahun ini akan dialihkan menjadi bentuk perenungan, kontemplasi.
Bulan belakangan aku mati-matian menahan diri untuk tidak menuliskan apa yang ingin aku tuliskan. Bila tidak, maka aku hanya akan mereproduksi tulisan kotor yang terinspirasi dari pendapat kotor yang secara sistematis muncul dalam bentuk tautan dengan konten berskala agak kotor hingga sangat kotor yang mengotori berbagai laman sosial media dan media masa. Bayangkan betapa kotornya pikiranku belakangan waktu.
Kotor, hanya sebuah kata yang merepresentasikan bagaimana perasaanku melihat manusia meninggalkan batas yang manusiawi, yang kita dengungkan dalam berbagai asas kehidupan; Pancasila, UUD 1945, Dasa Dharma Pramuka, Tujuh Prinsip Dasar Palang Merah, Sumpah Hippocrates.
Akh, apa benar kita masih sepenuhnya binatang yang disebut manusia?
[Dalam perjalanan menjemput kontemplasi lainnya.]
NB. Tentang kontemplasi ini, sedikit banyak mengikuti anjuran penggunaan antihipertensi: start low go slow.
Search
Popular Posts
-
“ Even it is just a few giving (alms), with the thirst and desire of your heart it will bring great benefits; whereas the bigger amou...
-
Throwback time to four years ago. Bukan masa yang terlalu dirindukan, aku masih dengan setelan merah muda pada kebanyakan hari dalam satu...
-
Bulan paling terang adalah sehari setelah purnama. Selalu. Dan kita berdua tahu itu. Misiku sepanjang seratus kaki dari mimpi; menjaga bul...
-
Sudah beberapa orang menertawai aku untuk satu alasan yang serupa: takut bekerjasama (baca:mencontek) saat ujian. Ya, untuk segumpal alasan ...
-
Setiap pertama pastilah tidak mudah. Bagiku tidak pernah mudah. Pertama itu adalah kebodohan di tengah rasa ingin tahu, rasa segan disela ...
-
Hari ini harusnya aku menikmati hari libur tenang nan menyenangkan. Harusnya hari ini aku ada di salah satu pusat perbelanjaan, walau hanya ...
-
Jadi ceritanya begini: Beberapa hari kemarin, karena suatu alasan yang tidak sanggup aku jelaskan lewat tulisan, aku tidak punya akses moda ...
Recent Posts
Categories
- [EARGASM]
- 30Hari Bercerita
- Ahmad Wahib
- Aktivitas
- Bahasa
- Barcelona
- Birokrasi
- BYEE
- Cerita Dari Negeri Lain
- Co-ass
- Easy-Aci Exploring the World
- Event
- Ex-Berliner
- Family
- Fiksi Tapi Bukan
- Friendship
- Germany
- Golden October
- Inspirasi
- Japan
- Jerman
- Journey to the West
- Karya
- KKM
- Koas
- Kontemplasi
- Menulis Random
- Movie
- Puisi
- Quality Time
- Refleksi
- Romansa
- Serba-serbi
- Song of the Day
- Sweet Escape
- T World
- Tragedy
- Travel
- Trip
- Tulisan
- Urip Iku Urup
0 comments:
Posting Komentar