13 Oktober 2014
On 08.00 by anya-(aydwprdnya) in Romansa No comments
Bertemu, berbagi. Bersama, berkisah. Berpisah, dengan keyakinan untuk berkumpul di titik yang sama sekali lagi.
Bukankah sudah bertahun kita jalani? Seperti siklus terbentuknya awan yang dimulai dengan proses evaporasi. Karena seperti yang kita yakini, birunya laut tak kan habis dari muka bumi.
Seperti bulan-bulan sebelumnya, awal bulan selalu diisi dengan mimpi-mimpi baru, rencana baru (dan hutang rencana bulan lalu), dan tentunya membeli bacaan-bacaan edisi terbaru. Oktober ini pun begitu. Repetisi semacam ini bisa saja membosankan kita (tentu saja bosan itu jiwa dari karakterku), untung saja kita (hampir) selalu punya cara. Karena itu kita selalu punya cerita.
Edisi bulan Oktober ini adanya di halaman 149 salah satu majalah langganan kita, sebuah kotak 9x9 bertabur angka, sudoku. Sebagaimana harusnya, kita mampir di tempat penyedia layanan fotokopi, memperbanyak halaman tersebut sebanyak dua kali, dan pulang dengan pikiran masing-masing. Pikiranku, tentu "Aku akan menang kali ini.". Entah apa pikiranmu saat itu. Seperti Pandora yang tidak sabar untuk membuka kotak misterius hadiah pernikahannya, akulah yang biasanya terlalu bersemangat memulai 'perselisihan' kita. (Walau menganalogikan diri dengan Pandora, aku menolak dipersembahkan untuk Epimetheus).
Bulan Oktober 2014, aku kalah lagi. Lagi-lagi gagal melampaui catatan waktumu. Aku mengawali bulan dengan harapan untuk mengalahkanmu kali ini, yang segera dipatahkan dengan kekalahan kesekian kali. Aku belum bisa mengalahkanmu.
Ralat. Aku senang karena belum bisa mengalahkanmu.
* * *
Kita akan mencoba kesempatan lain lagi. Maksudku, aku akan lebih berusaha.
Tapi untuk urusan yang satu ini, aku peringatkan, biarkan aku memiliki harapan yang sama di setiap awalnya, namun jangan biarkan aku mengalahkanmu.
Karena bila itu, mungkin adalah tanda bagiku untuk menemukan hal lain yang akan mampu mengalahkanku.
Yours,
Partner in Crime
Bukankah sudah bertahun kita jalani? Seperti siklus terbentuknya awan yang dimulai dengan proses evaporasi. Karena seperti yang kita yakini, birunya laut tak kan habis dari muka bumi.
Seperti bulan-bulan sebelumnya, awal bulan selalu diisi dengan mimpi-mimpi baru, rencana baru (dan hutang rencana bulan lalu), dan tentunya membeli bacaan-bacaan edisi terbaru. Oktober ini pun begitu. Repetisi semacam ini bisa saja membosankan kita (tentu saja bosan itu jiwa dari karakterku), untung saja kita (hampir) selalu punya cara. Karena itu kita selalu punya cerita.
Edisi bulan Oktober ini adanya di halaman 149 salah satu majalah langganan kita, sebuah kotak 9x9 bertabur angka, sudoku. Sebagaimana harusnya, kita mampir di tempat penyedia layanan fotokopi, memperbanyak halaman tersebut sebanyak dua kali, dan pulang dengan pikiran masing-masing. Pikiranku, tentu "Aku akan menang kali ini.". Entah apa pikiranmu saat itu. Seperti Pandora yang tidak sabar untuk membuka kotak misterius hadiah pernikahannya, akulah yang biasanya terlalu bersemangat memulai 'perselisihan' kita. (Walau menganalogikan diri dengan Pandora, aku menolak dipersembahkan untuk Epimetheus).
Bulan Oktober 2014, aku kalah lagi. Lagi-lagi gagal melampaui catatan waktumu. Aku mengawali bulan dengan harapan untuk mengalahkanmu kali ini, yang segera dipatahkan dengan kekalahan kesekian kali. Aku belum bisa mengalahkanmu.
Ralat. Aku senang karena belum bisa mengalahkanmu.
* * *
Kita akan mencoba kesempatan lain lagi. Maksudku, aku akan lebih berusaha.
Tapi untuk urusan yang satu ini, aku peringatkan, biarkan aku memiliki harapan yang sama di setiap awalnya, namun jangan biarkan aku mengalahkanmu.
Karena bila itu, mungkin adalah tanda bagiku untuk menemukan hal lain yang akan mampu mengalahkanku.
Yours,
Partner in Crime
Langganan:
Postingan (Atom)
Search
Popular Posts
-
Memiliki agenda bersampul lucu, saling menukar dan mengisinya dengan segala utopia pertemanan selamanya, atau paling tidak selama lembaran i...
-
Aku selalu menyukai September. Sejak lama, September selalu menyisipkan hal-hal baik untuk terjadi dalam salah satu atau dua dari tiga puluh...
-
Sudah beberapa orang menertawai aku untuk satu alasan yang serupa: takut bekerjasama (baca:mencontek) saat ujian. Ya, untuk segumpal alasan ...
-
Banyak orang yang pernah menceritakan airport ini dengan pujian. Sayangnya, di kesempatan pertamaku menginjakkan kaki disana, aku tidak ...
-
Seperti halnya kisah cinta, tidak semua perjalanan berakhir bahagia. Ini semacam sensasi pahit yang mengikuti tablet bandel yang sulit dite...
-
“Seseorang dapat menyempatkan diri mengunjungi Meksiko Utara dan bersedia menunggu 20 tahun demi melihat sekuntum Queen Victoria Agave me...
-
Siang ini langit mempermainkanku. ada banyak warna putih tertelan tepian menganga biru. Kita membisu, angin terlalu semarak seperti konse...
Recent Posts
Categories
- [EARGASM]
- 30Hari Bercerita
- Ahmad Wahib
- Aktivitas
- Bahasa
- Barcelona
- Birokrasi
- BYEE
- Cerita Dari Negeri Lain
- Co-ass
- Easy-Aci Exploring the World
- Event
- Ex-Berliner
- Family
- Fiksi Tapi Bukan
- Friendship
- Germany
- Golden October
- Inspirasi
- Japan
- Jerman
- Journey to the West
- Karya
- KKM
- Koas
- Kontemplasi
- Menulis Random
- Movie
- Puisi
- Quality Time
- Refleksi
- Romansa
- Serba-serbi
- Song of the Day
- Sweet Escape
- T World
- Tragedy
- Travel
- Trip
- Tulisan
- Urip Iku Urup

