28 Februari 2011

“Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan.”
----Soe Hok Gie (1942-1969)
Kalimat tersebut seakan telah menjadi tagline dari seorang Soe Hok Gie. Mungkin saja saya salah, atau hanya sekadar berasumsi, karena kalimat tersebut yang saya dapati mengekor di belakang kata “Gie” pada sampul VCD tentang aktivis mahasiswa tersebut. Secara general saja, saya harus mengakui keampuhan kalimat tersebut membuat saya merasakan sebuah kedalaman makna yang mungkin tak bermakna. Kesan yang sulit dideskripsikan, yang teronggok dalam tubuh saya, dari ceruk yang sulit untuk saya identifikasikan. Walaupun terkadang saya berpikir, mengapa dari sekian banyak kata dan kalimat dari bertumpuk catatan harian Gie, justru kalimat itulah yang dipilih. Tentu seharusnya ada sebuah alasan. Saya sendiri terlalu malas untuk bertanya atau googling mengenai alasan tersebut, saya memilih untuk menjawabnya sendiri.

Kalau SUDAH DAPET, ayo kita CAP CUS, CINN...
Cukup bagus juga sebagai tagline kita kali ini.
Tulisan ini agak terlambat sepertinya untuk menggambarkan euforia hari kemarin. Semoga tidak apa, tenggang 24 jam dengan beberapa hal yang memisah paksa penulis dengan laptop. Sebenarnya, tulisan ini sudah mulai dirancang ketika hari kemarin, Minggu, 27 Februari 2011. Ketika kami: 5 Youth Ambassadors (sayang sekali Norma, Kania dan Ester tidak bisa bergabung), 7 tim inti HFHL (Agung juga berhalangan), Mbak Mercya, Mbak Inge, Pak Agung, Mas Iwan, Mas Dani, Mbak Yuni, Mbak Aries dan sopir bus berada dalam bus yang sama di perjalanan pulang dari Wana Villas Bedugul.
Langganan:
Komentar (Atom)
Search
Popular Posts
-
Katakanlah tulisan ini semacam lanjutan dari tulisan Neuro: My 1st Lab. Tanpa ada maksud membuat kreasi cerita bersambung, setelah beberap...
-
Banyak orang yang pernah menceritakan airport ini dengan pujian. Sayangnya, di kesempatan pertamaku menginjakkan kaki disana, aku tidak ...
-
“ Even it is just a few giving (alms), with the thirst and desire of your heart it will bring great benefits; whereas the bigger amou...
-
Hanya sebuah perjalanan rutin dari Denpasar menuju Tabanan, semata-mata karena ada hati yang merindukan rumah, meski tubuh yang memerangkapn...
-
Kebahagiaan, seharga sepuluh ribu rupiah. Kata mereka hal-hal abstrak seperti rasa senang, bahagia, atau cinta tidak bisa dihargakan dengan...
-
Hari ini libur, hari ini tanggal merah, hari ini seharian ngendon di rumah. Itu sajakah? Hey, Bung! Hari ini ada hal yang lebih besar, yang ...
-
Memiliki agenda bersampul lucu, saling menukar dan mengisinya dengan segala utopia pertemanan selamanya, atau paling tidak selama lembaran i...
Recent Posts
Categories
- [EARGASM]
- 30Hari Bercerita
- Ahmad Wahib
- Aktivitas
- Bahasa
- Barcelona
- Birokrasi
- BYEE
- Cerita Dari Negeri Lain
- Co-ass
- Easy-Aci Exploring the World
- Event
- Ex-Berliner
- Family
- Fiksi Tapi Bukan
- Friendship
- Germany
- Golden October
- Inspirasi
- Japan
- Jerman
- Journey to the West
- Karya
- KKM
- Koas
- Kontemplasi
- Menulis Random
- Movie
- Puisi
- Quality Time
- Refleksi
- Romansa
- Serba-serbi
- Song of the Day
- Sweet Escape
- T World
- Tragedy
- Travel
- Trip
- Tulisan
- Urip Iku Urup
