1 Januari 2012
Hari kemarin musik saya mati,
saya sedih karena saya pikir saya tidak akan bisa menikmatinya lagi.
Tapi ia meninggalkan sebuah kotak,
dan sepucuk surat dalam amplop putih.
Saya mendapat wasiat dari musik saya yang mati tanggal kemarin.
Seorang teman saya berkata, "Buka saja kotaknya, untuk apa selembar kertas bila kau punya kotak?"
Saya yakin itu bukan cara yang tepat untuk menangani bentuk wasiat.
Teman saya yang lain menasehati saya agar membaca surat itu.
Mudah, hanya enggan melakukannya.
Kalau begitu berikan saja wasiatnya untuk orang lain. Lagi-lagi tidak patut.
Cium! Ciumi amplop itu! Jilat! Gigit! Telan! Karena ketika sesuatu dii sekitarmu mati. itu adalah hal tterakhir yang ia inginkan...
Kawan lama datang, musiknya juga pernah mati.
Katanya saya hanya perlu menunggu.
Saya pun menunggu. Tidak ada yang terjadi.
Saya kalut karena terlalu lama menunggu,
Amplop terobek oleh tangan saya yang kacau.
Tidak mengejutkan dari sebentuk musik yang telah mati, amplop itu berisi nada dan harmoni
Dunia terang.
Kini saya tahu,
yang seharusnya saya lakukan hanyalah mendengarkan.
dengan mendengar saya melihat
dengan mendengar saya mencium
dengan mendengar saya mengecap
setelah mendengar kalut saya berubah lega
setelah mendengar,
dengan mendengar saya tahu bagaimana berbagi.
Denpasar, 1 Januari 2012
[Sebuah resolusi di tahun baru, menjadi pendengar yang lebih baik. Selamat tahun baru 2012 semuanya!]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Search
Popular Posts
-
Bulan paling terang adalah sehari setelah purnama. Selalu. Dan kita berdua tahu itu. Misiku sepanjang seratus kaki dari mimpi; menjaga bul...
-
Throwback time to four years ago. Bukan masa yang terlalu dirindukan, aku masih dengan setelan merah muda pada kebanyakan hari dalam satu...
-
“ Even it is just a few giving (alms), with the thirst and desire of your heart it will bring great benefits; whereas the bigger amou...
-
Bila ada yang masih menyimpan tanya, tentang kabarku bagaimana, aku dimana, sedang apa, semalam berbuat apa, dan seterusnya... Maka aku har...
-
Terimakasih untuk jalan sesat dan membingungkan. Terimakasih untuk belokan nan tajam. Batuan terjal, jurang curam. Simpangan yang memanja...
-
Hari ini harusnya aku menikmati hari libur tenang nan menyenangkan. Harusnya hari ini aku ada di salah satu pusat perbelanjaan, walau hanya ...
-
Jadi ceritanya begini: Beberapa hari kemarin, karena suatu alasan yang tidak sanggup aku jelaskan lewat tulisan, aku tidak punya akses moda ...
Recent Posts
Categories
- [EARGASM]
- 30Hari Bercerita
- Ahmad Wahib
- Aktivitas
- Bahasa
- Barcelona
- Birokrasi
- BYEE
- Cerita Dari Negeri Lain
- Co-ass
- Easy-Aci Exploring the World
- Event
- Ex-Berliner
- Family
- Fiksi Tapi Bukan
- Friendship
- Germany
- Golden October
- Inspirasi
- Japan
- Jerman
- Journey to the West
- Karya
- KKM
- Koas
- Kontemplasi
- Menulis Random
- Movie
- Puisi
- Quality Time
- Refleksi
- Romansa
- Serba-serbi
- Song of the Day
- Sweet Escape
- T World
- Tragedy
- Travel
- Trip
- Tulisan
- Urip Iku Urup
0 comments:
Posting Komentar