19 September 2016
Kita akan menggigiti delapan,
delapan sudah terlalu lama mendominasi figur tak terbatas, dari kasta kemajemukan yang paling atas.
Delapan, fleksibilitas yang enggan berubah rupa. Seperti dingin dari secangkir kopi hangat yang menyusupi ujung jari di bawah meja. Kepastian yang selalu diragukan.
Kita akan merobek delapan,
Sang Bentuk dari cacat dan hina yang dipuja dan disempurnakan. Lembaran daur ulang yang terlukai sekaligus dibanggakan. Ada noda lama yang menunggu hilang lenyap. Tapi ia? Kita? Senyap.
Kita sepakat akan memecahkan delapan.
Memperlakukannya seperti suara sumbang dari deretan merdu yang terdustakan. Meninggalkannya dengan tidur lelap tepat ketika kisahnya klimaks tentang bintang nan kerlap. Mengisinya dengan cair dan udara, kemudian menghapus sidik jari kita yang tertinggal di permukaannya. Atau skenario yang paling sadis, kita akan membiarkannya nyala hingga menyublim habis.
Kita akan menyayat delapan,
Iya, delapan yang sama yang mencerahkan langit demi melenyapkan pelangi.
Delapan yang juga memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan sesuka hati.
Delapan yang merayu mawar agar mengizinkannya menjadi duri.
Aku akan membunuh delapan.
bukan demi kita atau mengatasnamakan kebenaran.
Semata-mata karena delapan sudah terlalu lama berada di antara tujuh dan sembilan.
Maafkan, Delapan.
[Delapan hanyalah pilihan acak yang menjadi kambing hitam atas rasa muak yang memuncak. Tenang saja, akan segera ada "There is No Good in Goodbye" milik The Script dalam playlistmu. Tentu saja kita akan mengenang bagaimana perdebatan yang menyenangkan sepanjang perjalanan sepulangnya kita setelah menonton Train to Busan dan memperdebatkan nilai moral dari Bad Moms. Satupun tidak berkaitan dengan Delapan. Sekian]
Search
Popular Posts
-
Seperti halnya kisah cinta, tidak semua perjalanan berakhir bahagia. Ini semacam sensasi pahit yang mengikuti tablet bandel yang sulit dite...
-
Bukan semata-mata karena ‘harus’ tinggal sebulan di negeri Sakura maka saya mencoba selihai mungkin dalam mengunakan sumpit. Dari dulu say...
-
Filmnya tentang cinta, tapi aku menulis tentang bantal. Aku tipe orang yang tidur tanpa bantal. Kalau pun aku punya bantal, keberadaanny...
-
Adalah sebuah alasan lain untuk menulis pagi ini yaitu headset yang sudah lelah berfungsi dan dua jam perjalanan yang perlu dibunuhi. Aku b...
-
Jelas ini bukan salah satu ekspresi penduduk Indonesia yang latah euforia tahu bulat. Apalagi download permainannya di Google Store kemudia...
-
Memasuki minggu kedua petualanganku di negeri Sakura. Aku sudah mulai terbiasa dengan dinginnya sapuan angin musim gugur, daun-daun yang be...
Recent Posts
Categories
- [EARGASM]
- 30Hari Bercerita
- Ahmad Wahib
- Aktivitas
- Bahasa
- Barcelona
- Birokrasi
- BYEE
- Cerita Dari Negeri Lain
- Co-ass
- Easy-Aci Exploring the World
- Event
- Ex-Berliner
- Family
- Fiksi Tapi Bukan
- Friendship
- Germany
- Golden October
- Inspirasi
- Japan
- Jerman
- Journey to the West
- Karya
- KKM
- Koas
- Kontemplasi
- Menulis Random
- Movie
- Puisi
- Quality Time
- Refleksi
- Romansa
- Serba-serbi
- Song of the Day
- Sweet Escape
- T World
- Tragedy
- Travel
- Trip
- Tulisan
- Urip Iku Urup
rumit cukup yaa..
BalasHapustapi indah...indah beud
Rumit mungkin karena ada terlalu banyak kata di udara. Kalaupun indah, terimakasih sudah mengindahkan kerumitan ini :)
BalasHapusNyaaa...bagus bgt.perlu nih beguru sama anyaaaa
BalasHapus