Defect, anomali...and perspective

4 Januari 2012

On 21.10 by anya-(aydwprdnya) in ,    2 comments
Aku tidak seindah itu hingga mematrikan deretan milestones demi menandai setiap checkpoint dalam hidupku. Mungkin bila aku melakukannya, suasananya tak akan jauh dari lalu lintas ibu kota-padat,penuh,sesak. Mau bagaimana lagi, selalu ada momentum menarik di setiap hariku, terutama sejak kau masuk dalam kehidupanku. Lagipula aku tidak ingin dibatasi waktu. Waktu hanyalah sarana rekaan manusia untuk mempermudah hidup mereka saja. Karenanya aku memilih hari ini, hari kelima dari ambang tirai tahun yang baru saja terbuka. Bukan apa-apa, justru karena penanggal 5 di bulan Januari ini sama-sama bukan hari yang istimewa, baik untukku maupun dirimu.  Bukan hari ulang tahunku, bukan hari pertama bertemu (sejujurnya aku lupa kapan itu), bukan pula hari jadi, hari batal, atau hari apa pun. Yah, di kehidupanku yang lain mungkin aku makan dari idealisme dan menyembah optimisme sebagai agama kedua. Namun, ada kalanya aku luluh pada tetek bengek romantisme dan kegalauan hati wanita di usia awal dua puluhan.

1 Januari 2012

On 00.28 by anya-(aydwprdnya) in , ,    No comments

Hari kemarin musik saya mati,
saya sedih karena saya pikir saya tidak akan bisa menikmatinya lagi.
Tapi ia meninggalkan sebuah kotak,
dan sepucuk surat dalam amplop putih.
Saya mendapat wasiat dari musik saya yang mati tanggal kemarin.

Seorang teman saya berkata, "Buka saja kotaknya, untuk apa selembar kertas bila kau punya kotak?"
Saya yakin itu bukan cara yang tepat untuk menangani bentuk wasiat.

Teman saya yang lain menasehati saya agar membaca surat itu.
Mudah, hanya enggan melakukannya.
Kalau begitu berikan saja wasiatnya untuk orang lain. Lagi-lagi tidak patut.

Cium! Ciumi amplop itu! Jilat! Gigit! Telan! Karena ketika sesuatu dii sekitarmu mati. itu adalah hal tterakhir yang ia inginkan...

Kawan lama datang, musiknya juga pernah mati.
Katanya saya hanya perlu menunggu.
Saya pun menunggu. Tidak ada yang terjadi.

Saya kalut karena terlalu lama menunggu,
Amplop terobek oleh tangan saya yang kacau.

Tidak mengejutkan dari sebentuk musik yang telah mati, amplop itu berisi nada dan harmoni
Dunia terang.
Kini saya tahu,
yang seharusnya saya lakukan hanyalah mendengarkan.
dengan mendengar saya melihat
dengan mendengar saya mencium
dengan mendengar saya mengecap
setelah mendengar kalut saya berubah lega

setelah mendengar,
dengan mendengar saya tahu bagaimana berbagi.

Denpasar, 1 Januari 2012

[Sebuah resolusi di tahun baru, menjadi pendengar yang lebih baik. Selamat tahun baru 2012 semuanya!]

23 November 2011

On 08.01 by anya-(aydwprdnya) in ,    No comments
Toward the end of year, people use it as great momentum to hold such great events. I could not find any good reason since I think every date in whole year have similar taste. But here I can bring you some nice stories from one of annual events in Bali where you can find people, culture, and nature mix in a bowl.

The wonderful event named Sanur Village Festival (SVF) that happen in 2011 during 19-23 November in Matahari Terbit Beach, Sanur. This year it would be the 6th SVF since it was held first at 2006. But it is kind special because for this year, the SVF would be merged with Indonesia Horticulture Festival and International Kite Festival.

 



Not less than 20 kind of activities and mini-events held in SVF 2011, some of them are bonsai and adenium exhibition, Sanur Village Cycling, Denpasar city tour, Bali Culinary Challenge, Kampung Seni, Sanur Open Golf Tournament, Under Water Festival, Kompetisi Jukung, and of course the Kite Festival. Beside those, you may join Yoga Village, Fishing Tournament, Photography Contest, Marine Water Sport and many others sport activities, games, Bleganjur (traditional Balinese orchestra) Parade, and Global Warming Act.

Nah, for the last activity I mentioned above, the Global Warming Act, I had special review since this is very interesting to see how local people together with visitors (most of them are tourists) take a part in greening our environment back.
*             *             *
Maintaining the balance of nature and consistently carrying out positive efforts for the earth are integrated efforts that have continuously been sounded by Sanur Village Festival as response to the various issues that need serious attention over environmental degradation. Some case reports from around Sanur’s vicinity itself are decreasing of functional mangrove caused by illegal dumping, abrasion due to changing tide as well as damaged coral reefs as natural tide breaker, and how those affect the fishermen. Rice fields are gradually disappearing, turned into hotels, housing, and shopping complexes and various types of big trees becoming the victims of those changes as well.


5R: The Theme

 

In SVF 2011, they picked 5R (Reduce, Reuse, Recycling, Replant, and Recovery) as the theme of Global Warming Act. The 5R targeted to all society in Bali and in bigger scope, all of the inhabitant in this globe, to take the real action in protecting our earth. Reduce, reuse, recycling, replant, and recovery are five simple actions yet if done continually by many would result in great miracle on earth. Sanur-Bali through SVF expected to be a starting point for the great to take form.

The global warming act is presented in intaran three planting, where intaran is also the identity of one ‘banjar’ (smallest community in Bali) in Bali, named Banjar Intaran. Other activities are coral transplantation in which this action are go in synergy with underwater festival, alongside turtle release, beach cleans-up, and environmental exhibition. 

 



 



 


















Sanur is famous with its wonderful sunrise, if you have not heard about it yet. Sanur also being the meeting point of fresh and salted water, and believed as the place where Father Sky meet Mother Earth up. Before it flow farther and become folks story, let me end it. Finally, I just visited the SVF 2011 and totally sure that SVF is a must attend event. If you are around Sanur-Bali during 19-23 Nov, please spare your time to visit SVF. If not, you still welcome to check the site for next year event.

See? The almost-end-of-year festival is not always about party and glamour night. Some of them may contain values and small action that may help Father Sky to see Mother Earth in any longer time.

22 November 2011

On 19.54 by anya-(aydwprdnya) in ,    2 comments

Kemarin aku kembali (ini untuk kedua kalinya) mengunjungi Sanur Village Festival 2011. Iseng saja sebenarnya, selain karena aku termasuk salah satu tipe pecandu festival (baca: menikmati berada di tengah keramaian), aku juga ingin mengabadikan beberapa jenis bonsai yang sebelumnya belum sempat aku ambil gambarnya. Jadilah malam Rabu (petang hari Selasa), walau sempat terhadang cuaca gerimis, aku menghabiskan malam di Pantai Matahari Terbit.

Jalan-keliling-duduk-beli takoyaki-duduk-jalan lagi. Aku bertemu beberapa kawan lama dari SMA.
Aku & kawan: "Hoyy...."
Kawan: "Liat apa?"
Aku: "Anggrek, bonsai, makan...kamu?"
Kawan: "Gus Teja lahh..aku kan penikmat musik sejati"
Aku: "Siapa?" [cengok]
Kawan: "GUS TEJA, behh..gag tau?"
Aku: "......" [makin cengok]

Kebetulan malam itu penutupan SVF 2011, suasana ramai, dan aku banyak menghabiskan waktu dengan kawan-kawan. Sebelumnya aku sempat membaca di buku panduan SVF (bukan cuma manajemen pasien yang ada panduannya lho....) rundown acara malam itu. Memang ada nama Gus Teja-World Music, tapi karena tidak familiar jadi aku abaikan. Tapi karena orang-orang menyebut nama Gus Teja berkali-kali, aku jadi penasaran juga.

Sepertinya Aku Harus Malu

Satu demi satu acara berlalu, hingga tiba waktunya si Gus Teja cs ini. 
Betapa malunya aku, padahal melodi-melodi yang dibawakan grup satu ini sangat sering aku nikmati. Bahkan aku ingat salah satu aransemen garapannya yang berjudul Morning Happiness (check the video out!) adalah salah satu music yang sering diputar di salah satu rumah makan favoritku. Ghezzzz.........

Hmm..what I supposed to say? Nyatanya aku memang sering meng-underestimate-kan musik lokal, sadar maupun tidak sadar. Aku penikmat Simple Plan, Green Day, Linkin Park, Sum41...Aku pemuja Avrile, Beyonce, Norah jones. Aku suka penampilan Lagy Gaga dan Katty Perry. Tapi bagaimana bisa aku tidak pernah mendengar nama Gus Teja sebelumnya? Aku begitu sering menuduh banyak penyanyi Indonesia telah melecehkan makna musik dalam negeri, dan sekarang aku sadar, bagaimana bisa pelaku industri musik menghasilkan karya yang berharga kalau banyak konsumen musik yang tidak bisa menghargai musik milik sendiri? Seperti aku....

Sebenarnya aku ingin mengulas lebih banyak mengenai Gus Teja ini, tapi tidak banyak data yang bisa ditemukan di dunia maya mengenai musisi yang satu ini. Yang pasti, dengan mengedepankan peran suling (seruling) dalam alunan musiknya yang dikolaborasikan dengan gamelan dan beberapa alat musik modern, Gus Teja berhasil menciptakan musik apik yang menurutku Bali banget. Ahh, aku memang bukan pengulas musik yang baik, maka dari itu aku menyertakan video di atas.

Kemarin malam hampir pukul 23.00, aku meninggalkan areal SVF 2011 dengan tekad akan mendownload  album Gus Teja. Gus Teja-Bali World Music sepertinya akan menjadi batu loncatanku untuk mulai belajar menghargai musik milik sendiri. Dengan ini, aku nobatkan Morning Happiness sebagai Song of the Day.
Love local music...!!!


3 November 2011

On 18.41 by anya-(aydwprdnya) in ,    No comments
Check this awesome link out!

BAYER YOUNG ENVIRONMENTAL ENVOY 2011: You burned their houses and then you walked away: By : Sarah Ervinda (Farmasi ITB) Bayer Young Environmental Envoy Indonesia 2011, Bayer Young Environmental Leader 2011

Another very touching story about human being, about environment, and about our life.