2 November 2011
| Local Koln beer or Bavarian Beer (forgot which one is it) |
Kamu pernah ketabrak sepeda?
Maksudku, apa kamu pernah ditabrak sepeda? Belum?
Aku pernah.
Aku: "Hwaaa...kapalnya bagus ya, kinclong banget."
Sarah: "Iyah, kayaknya baru. Fotoin ya Dwi ya..."
Envoys lain: bbbbzzzzzz....waweee..bzzzz (bikin suara lebah) haha..hihi.. (sambil becanda, ketawa, ketiwi)
Aku: "Sipp..sini kameranya, tapi tar km fotoin aku juga yah..."
Aku ambil kamera Sarah, jeprett...
Aku: "Cek dulu, udah oke belum. (Sarah ngangguk) Sekarang aku yah" (ngasi kamera ke Sarah)
[?Mbak Efi?dan entah siapa]: "Awasss...watch out!!!!"
Gubrakkk..gdebummm. Semua terasa begitu cepat. Gelap, aku hancur dan koma (lebay.com)
Yang sebenarnya terjadi----> Ccckittt... (rem sepeda gagal) Gubrakkk..gdebummmm. Semua berlangsung begitu cepat, aku jatuh terduduk dengan gaya hempas yang cukup kuat menumbukkan pantatku dengan jalanan aspal yang basah paska hujan. Aku kaget, sakit. Pengendara sepeda jatuh, kaget juga, dan sepertinya juga pasti sakit. Banyak yang langsung nyamperin aku, sebagian nonton drama gadis-lugu-korban-tabrakan-sepeda. Kami, aku dan mas-mas Jerman pengendara sepeda, sama-sama kaget langsung saling cross cek keadaan masing-masing. Kami pun saling berpegangan tangan (husshhh), maksudku, kami pun saling maaf-maafan. Drama bubar, jalanan normal. Yang tersisa adalah pantat, paha, tungkai yang aku jamin biru dan tas ranselku yang talinya putus. Dan yang paling menyesakkan, aku batal difoto :(
Jadi, apa kamu pernah ditabrak sepeda?
Aku pernah.
Ya, aku pernah, dan kali pertama aku ditabrak sepeda jadi sangat mengesankan karena kejadiannya di negeri empat musim.
On 01.39 by anya-(aydwprdnya) in Song of the Day No comments
A bit late, it is November 2 already.
But still, the 11th month would always be a best month of reflection. What we've passed this year? What we gonna do in perfecting the rest of this year.
Trust me, November is the best month to do that since we won't have enough time in December because of the bunch of joys and euphoria.
Do it, take your time, rock the Nov...and you know what? Guns N' Roses never die!
Sesuai dengan jadwal perjalanan, rute yang kami tempuh adalah Jakarta-Singapore-Frankfurt (kalau aku ditambah Bali-Jakarta pastinya) kemudian lanjut dengan train menuju Koln (Cologne). Setelah belasan jam di atas pesawat dan sekitar 45 menit dengan kereta, kami tiba di Cologne. Keadaan kami waktu itu? Jangan tanya, disorientasi waktu tingkat tinggi dengan perut kruyuk-kruyuk, lapar. Kami langsung pecah kongsi, bubar, buyar, jelalatan mencari toko makanan yang sesuai dengan selera Asia. Sayangnya, waktu setempat baru menunjukkan pukul 9 pagi, satu-satunya resto Chinesse food (atau Asian food ya? pokoknya satu-satunya yang jualan paket nasi) belum siap terima pesanan. Sampai kami berakhir dengan sarapan sandwich.
Sebelumnya perlu aku perjelas di sini, berdasarkan pengalaman pribadi dan cerita traveler senior, ada tiga komponen utama culture shock ketika kita bertandang ke negari orang. Yang pertama adalah BAHASA, jelas di sini karena tidak semua penyedia layanan umum di negara bersangkutan menggunakan bahasa internasional. Contohnya saja mbak-mbak yang jualan sandwich pagi itu juga tidak fasif berbahasa Inggris. Kedua adalah kendala CUACA. Sebagai negara tropis, kita termasuk miskin perbendaharaan cuaca dan musim. Bayangkan saja, kalau tidak panas terik menyengat, ya hujan deras berbadai lanjut banjir. Karena itu, persiapan menghadapi cuaca ekstrem saat traveling menjadi bahan wajib. Kebetulan bulan Oktober merupakan musim gugur di Jerman, deskripsi cuaca kurang lebih: langit kelabu, sinar matahari langka, ancaman hujan setiap saat, dan sangat windy dengan rentang temperatur sekitar 7-16 derajat Celcius. Nah, culture shock jenis ketiga, dan ini amat sangat penting adalah MAKANAN. Aku biasa hidup bermandi nasi, pagi, siang, sore makan nasi. Sekarang harus beradaptasi dengan makanan substituen lain macam roti, banyak salad, dan jenis daging yang berbeda. Demikian lecture singkat mengenai culture shock bagi newbie traveler. Semoga bermanfaat.
| Pose di depan icon makanan Jerman: pretzel & carbonated drink |
1 November 2011
Banyak orang yang
pernah menceritakan airport ini dengan pujian. Sayangnya, di kesempatan
pertamaku menginjakkan kaki disana, aku tidak sempat melihat banyak. Airbus
Lufthanza yang kami tumpangi hanya mngizinkan kami menjejak singapura selama
satu jam saja. Satu jam dimana di dalamnya termasuk waktu jalan kaki (jaraknya
lumayan) menuju konter check transit plus segala keribetan-keribetan imigrasi.
Meet the Singaporean
Team
Nama-nama mereka
sulit dilafalkan, sulit diucapkan, juga sulit didengar terutama jika kamu
sedang bindeng gara-gara ada udara yang terperangkap di dalam telinga. Yah,
sejak berangkat dari Ngurah Rai, kuping bindeng adalah salah satu masalah
terbesarku.
Kembali tentang
Singaporean team, kesan nama tadi adalah kesan pertamaku tentang mereka, yang
kesemuanya berwajah Cina.
Singaporean envoys,
ada empat: Jia Hui (the only girl), Zhan Hong, Jonathan, dan Yu Ke (sekarang
nama mereka sudah tidak sulit lagi) plus satu caretaker, LuChoon, dari Bayer
Singapore.
Sebenarnya aku
menulis judul khusus di Chang I ini gara-gara aku pengen banget liat-liat
sekitar bandara yang dari testimoni temen-temen itu sangat WoowWW… :(
Tapi bagaimanapun,
satu jam itu sangat menyenangkan :D [from meeting new friends]
Aku baru saja melewati salah satu minggu terbaik sepanjang hidupku, kemudian menjalani seminggu berikutnya dengan mengejar ketertinggalanku di kampus hingga diakhiri dengan ujian blok dermato [Skins and Disorders] siang tadi. Sebenarnya aku juga benci menunggu terlalu lama dan menahan diri untuk tidak menuliskan cerita-ceritaku. Apa boleh buat, aku hanya takut kehilangan detail-detail kecil yang biasanya hanya tersimpan hingga pengaruh euforia menghilang.
Jadi sekali lagi, ini bukan tentang terbit tenggelamnya matahari di Jerman (yang sangat jarang kami temui). Aku punya banyak cerita, di dalamnya: teman baru, pengalaman baru, keingintahuanku, kegoblokanku, kebanggaanku, kecintaanku pada Indonesia, kerinduanku pada nasi, etc| Sunrise, from the train |
Minggu yang kumaksud di awal tadi adalah rentang waktu antara 15 Oktober 2011 hingga 22 Oktober 2011. Minggu yang sudah menjadi incaranku sejak pertengahan tahun ini. Rentangan waktu yang memacuku untuk menulis dan mengirimkan sebuah proposal project sederhana untuk dikompetisikan dalam Bayer Young Environmental Envoy. Termasuk juga menggugah pikiranku hingga dapat mewarnai keseharian di Healthy Food Healthy Living bersama kawan-kawan baik duta pangan maupun core team HFHL. Perjalananku panjang (dramatis), bahkan aku baru sadar bahwa banyak cerita yang tidak sempat dituliskan. Walaupun judul yang kupilih kali ini terkesan sangat sempit, namun perjalanan matahari tersebut bukanlah representasi yang tepat (aku akui itu) untuk keseluruhan cerita ini. Hanya saja sangat menarik bagiku, bahwa kami, grup Indonesia dan Singapore tiba di Frankfurt, Jerman pada 16 Oktober ketika matahari beranjak terbit. Berikutnya, pada hari terakhir 21 Oktober, matahari tenggelam sementara kami melihat pemandangan terakhir di Cologne.
| Aktivitas baru turun train, foto2 ^^ |
| Gembok cinta ala tepi sungai Rhine :) |
| Goodbye Koln at sunset (taken from the train) |
Aku sendiri merasa agak terlambat, hanya saja aku juga merasa sedikit lega setelah melewati ujian dermato dimana kebanyakan lectures-nya aku lewatkan selama mengikuti field trip di Leverkusen, Jerman. Bagaimanapun, akan sangat menyenangkan bisa berbagi ^^v
Langganan:
Postingan (Atom)
Search
Popular Posts
-
Kita akan menggigiti delapan, delapan sudah terlalu lama mendominasi figur tak terbatas, dari kasta kemajemukan yang paling atas. Delapan,...
-
Jadi ceritanya begini: Beberapa hari kemarin, karena suatu alasan yang tidak sanggup aku jelaskan lewat tulisan, aku tidak punya akses moda ...
-
Kemarin aku kembali (ini untuk kedua kalinya) mengunjungi Sanur Village Festival 2011. Iseng saja sebenarnya, selain karena aku te...
-
Masa sebelum kamu, aku bukan pengemar masakan kepiting. Bukan karena tidak suka rasanya (sesungguhnya lebih dari suka), melainkan karena tid...
-
Beberapa hari yang lalu, seorang teman bertanya, "Nya, nggak ngeri ya, jadi dokter zaman sekarang? Rentan dituntut, kok bisa gitu ya?...
-
Sudah malam lagi, menjadikannya genap satu rotasi bumi terlewati. *status: pinjaman. Pikiranku tidak begitu ingat kapan terakhir ...
-
Akhir-akhir ini aku sering sulit tidur (bukan cuma akhir-akhir ini saja sih..). Mengisi jam-jam sulit tidur, jadilah yang aku lakukan adalah...
Recent Posts
Categories
- [EARGASM]
- 30Hari Bercerita
- Ahmad Wahib
- Aktivitas
- Bahasa
- Barcelona
- Birokrasi
- BYEE
- Cerita Dari Negeri Lain
- Co-ass
- Easy-Aci Exploring the World
- Event
- Ex-Berliner
- Family
- Fiksi Tapi Bukan
- Friendship
- Germany
- Golden October
- Inspirasi
- Japan
- Jerman
- Journey to the West
- Karya
- KKM
- Koas
- Kontemplasi
- Menulis Random
- Movie
- Puisi
- Quality Time
- Refleksi
- Romansa
- Serba-serbi
- Song of the Day
- Sweet Escape
- T World
- Tragedy
- Travel
- Trip
- Tulisan
- Urip Iku Urup
