27 Oktober 2012
Aku tak pernah bisa membaca
pikiranmu
Sama seperti dirimu yang
tak pernah bisa meramal hatiku.
Kadang dirimu bernyanyi dalam gempita. Kadang aku menangis di bawah hujan.
Sering dirimu berteriak di sela gaung. Lebih sering lagi aku menunggu dalam
renung.
Sudut-sudut yang kita bentuk selama ini sangat aneh. Sudut-sudut yang
terbentuk diantara kita selalu aneh. Menumpul saat udara seharusnya hangat.
Menajam justru saat kesepian menyengat. Garis-garis yang menghubungkan kita
sangat aneh. Garis-garis yang memisahkan kita juga selalu aneh. Menebal saat
pensil kita patah. Memburai menjadi titik-titik halus ketika tinta kita berwarna
cerah.
Sejajar, dalam hubungan itu kita bertemu. Tegak lurus, relasi yang kita
pilih saat memutuskan untuk tak saling mengenal.
Jadi?
Apa dirimu perih? Apa hatiku pedih?
Aku tak pernah bisa membaca
pikiranmu
Sama seperti dirimu yang
tak pernah bisa meramal hatiku.
Namun yang sama kita
tahu, ketidaktahuan kita inilah yang membuat kita bertahan.
Suma, Kobe
Oct 27, 2012
4 Agustus 2012
Mengapa kebanyakan orang begitu
sulit untuk mengalah? Mengapa terkadang kita begitu sulit menerima pendapat
orang lain? Atau bila pertanyaan mengapa terlalu rumit untuk dijawab, kapan
terakhir kali salah satu diantara kita mendengar, memaafkan, dan menghargai?
Membuka suatu bahasan dengan
menarik garis dari titik-titik pertanyaan sebenarnya bukanlah gayaku. Walaupun
seringkali retoris, tapi jujur saja aku lebih suka mengawali sesuatu lewat
pernyataan daripada pertanyaan. Namun kali ini, aku ‘terpaksa’ berpikir beda,
karena pertanyaan-pertanyaan semacam di atas menyadarkan aku bahwa ada makna
yang jauh, jauh, jauh lebih dalam—yang sebelumnya jarang kita perhatikan,
perihal eksistensi kita sebagai umat manusia.
18 Juli 2012
Ada beragam tipe teman yang pernah aku kenal. Ada teman yang seperti deskripsi teman ideal, ada dalam suka dan duka. Ada teman yang hanya tampil saat hariku senang. Ada yang hanya tampil saat bintangku terang. Ada yang memujiku sambil menghujat orang lain di satu kesempatan, dan memuja orang lain sambil menginjakku di kesempatan yang lain. Ada yang menjadi teman berawal musuh, ada juga yang dulunya sangat dekat tapi akhir-akhir ini semakin jauh. Ada teman yang sering mencurahkan isi hati, menggenggam tangan sambil bercerita tentang masa yang telah lalu, meminjam pundak untuk bersandar, berbagi opini tentang baju model terbaru, melontarkan lelucon-lelucon yang senada, dan minum dari botol yang sama. Ada teman yang selalu meminjamkan pensil saat aku perlu, membayari makan siangku saat tidak ada sepeserpun di kantongku, atau menawari tumpangan saat aku tak tahu harus kemana. Jauh berbeda dari itu, tapi aku masih menyebutnya teman, hanya bersapa sambil lalu, beberapa bahkan tidak ingat namaku. Bagaimanapun, pada dasarnya aku bukanlah orang yang pemilih dalam berteman. Berteman bagiku adalah hubungan resiprok dimana ada makna yang lebih dalam dari sekadar membutuhkan dan dibutuhkan, bukan tentang jarak si kaya dan si miskin atau celah antara yang pintar dan yang bodoh. Mungkin juga karena saking tidak memiliki daya pilih, maka aku tidak pernah mengguratkan suatu borderline untuk setiap pertemanan yang pernah aku jalani. Asal pernah bertukar senyum, berbalas sapa, atau berjabat tangan...maka dialah teman.
29 Mei 2012
“Even it
is just a few giving (alms), with the thirst and desire of your heart it will
bring great benefits; whereas the bigger amount you give would not be useful if
obtained improperly. Magnitude of benefit of a gift is
not determined by its amount but the level
of feasibility.”
Sarasamuscaya Sloka 184
Fossils and artefacts
from the non-human civilization and civilization of human prove that the earth has
gone through the ages. But Hindus have their own view on the turnover of the
time. They believe that there are four ages that occur alternately as a cycle: Krta
Yuga, Trta Yuga, Dwapara Yuga, and Kali Yuga (Yuga is Sanskrit word for era).
They also believe that today we are walking on the age of Kali, the age where
human being tend to think most about their selves, careless about others and
environment. In other words, they say it as the eve of apocalypse.
24 Mei 2012
Ayahku Hebat!: A Series of My Quality Times
Kalau saja acara televisi yang berjudul serupa masih eksis tayang, mungkin suatu hari aku akan mendaftarkan seorang kandidat sebagai salah satu peserta, walau aku tahu beliau tidak akan pernah mau. Beliau itu penyayang dan penyabar. Beliau selalu punya bakat untuk terlihat menonjol namun tidak menyukai publikasi diri. Beliau selalu ada, tidak malu untuk duduk rendah, selalu mampu memandang tinggi. Beliau adalah representasi seorang pengayom ideal bagiku. Aku memanggilnya bapak.
Langganan:
Postingan (Atom)
Search
Popular Posts
-
Saya tidak punya pengalaman tentang kepemilikan uang yang banyak. Perihal hitung menghitung, jelas bukan bìdang saya, itu keahlian bapak say...
-
“Seseorang dapat menyempatkan diri mengunjungi Meksiko Utara dan bersedia menunggu 20 tahun demi melihat sekuntum Queen Victoria Agave me...
-
Konon katanya, dalam salah satu dari 13 partisi Confessions, St. Augustine mempertanyakan sebuah retorika massal; apa itu waktu? Terny...
-
Aku punya sebuah kotak make up. Iya, serius. Ini sedikit cerita dari dalamnya. Judulnya saja kotak make up. Nyatanya isinya tidak dima...
-
Jadi ceritanya begini: Beberapa hari kemarin, karena suatu alasan yang tidak sanggup aku jelaskan lewat tulisan, aku tidak punya akses moda ...
-
Sudah malam lagi, menjadikannya genap satu rotasi bumi terlewati. *status: pinjaman. Pikiranku tidak begitu ingat kapan terakhir ...
-
Setiap pertama pastilah tidak mudah. Bagiku tidak pernah mudah. Pertama itu adalah kebodohan di tengah rasa ingin tahu, rasa segan disela ...
Recent Posts
Categories
- [EARGASM]
- 30Hari Bercerita
- Ahmad Wahib
- Aktivitas
- Bahasa
- Barcelona
- Birokrasi
- BYEE
- Cerita Dari Negeri Lain
- Co-ass
- Easy-Aci Exploring the World
- Event
- Ex-Berliner
- Family
- Fiksi Tapi Bukan
- Friendship
- Germany
- Golden October
- Inspirasi
- Japan
- Jerman
- Journey to the West
- Karya
- KKM
- Koas
- Kontemplasi
- Menulis Random
- Movie
- Puisi
- Quality Time
- Refleksi
- Romansa
- Serba-serbi
- Song of the Day
- Sweet Escape
- T World
- Tragedy
- Travel
- Trip
- Tulisan
- Urip Iku Urup



